Salah satu program rutin kegiatan belajar anak-anak kelas 1 SD Strada Santa Maria adalah studi lapangan. Studi lapangan dilaksanakan pada semester genap karena pada semester ganjil ada kegiatan studi wisata.

Beberapa tahun terakhir ini studi lapangan kelas 1 SD Strada Santa Maria dilaksanakan dengan belajar naik angkutan umum, yaitu angkutan kota dan comuter line atau KRL.

Tujuan dari kegiatan ini adalah:

  1. Menambah wawasan anak tentang angkutan umum yang ada di lingkungan sekitar.
  2. Bersosialisasi dengan sesama pengguna angkutan umum.
  3. Memiliki pengalaman langsung dalam membeli kartu menggunakan mesin.
  4. Memiliki pengalaman langsung cara masuk peron menggunakan kartu.
  5. Menikmati nyaman dan murahnya angkutan umum commuter line atau KRL.
  6. Belajar antre dengan tertib.

Kegiatan studi lapangan naik angkutan umum dilaksanakan pada hari- hari sekolah setelah anak belajar, yaitu tanggal 20, 21, dan 22 Februari 2018 pukul 09.00.

Hal ini dilakukan supaya waktu belajar di kelas anak tidak tersita, tidak mengganggu guru kelas lain dalam pendampingannya, tidak terlalu mengganggu penumpang lain karena waktu tersebut merupakan saat di mana penumpang commuter line lebih sedikit dibanding waktu pagi maupun siang, dan waktu itulah yang direkomendasikan oleh petugas di stasiun.

Kegiatan naik kereta dilaksanakan selama tiga hari yaitu hari Selasa 20 Februari siswa kelas 1A, hari Rabu 21 Februari siswa kelas 1 B, dan hari Kamis 22 Februari siswa kelas 1 C. Pendamping kegiatan naik kereta ini adalah wali kelas I A, IB, dan I C. Kami menuju stasiun  menggunakan dengan angkutan umum menuju stasiun. Sampai di stasiun anak-anak berbaris dan menerima uang dari sekolah sebesar Rp 16.000 terdiri dari 1 lembar ribuan dan 3 lembar dua ribuan untuk membeli kartu. Ada beberapa mesin di stasiun. Khusus untuk antre anak-anak disediakan 2 mesin. Setelah mendapat kartu anak menuju pintu masuk yang hanya dapat dibuka otomatis menggunakan kartu. Sambil menunggu teman-temannya masuk semua anak-anak berbaris lalu berjalan menuju peron. Ketika kereta datang, anak-anak masuk dalam satu gerbong agar mudah dalam pengawasan. Di dalam kereta anak-anak tampak sangat gembira. Mereka duduk sambil bernyanyi dan bercanda. Ada pula yang duduk menghadap ke luar jendela untuk melihat-lihat pemandangan di luar.

Melalui tanya jawab di dalam kereta, kami menjadi tahu bahwa banyak anak yang  belum pernah naik KRL. Bahkan ada beberapa orang tua murid yang ikut naik kereta walau di gerbong terpisah.

Kami memilih keberangkatan pukul 10.00 karena membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk antre membeli kartu. Perjalanan kereta dari Tangerang menuju Duri ditempuh selama 30 menit. Anak-anak tidak keluar kereta di Duri, tetapi menunggu sampai kereta berangkat kembali menuju Tangerang sambil duduk dan bercanda. Setelah 30 menit menunggu,  kereta berangkat kembali dan tiba di stasiun Tangerang pukul 11.30. Anak-anak menggunakan kartunya kembali untuk keluar peron dan mengumpulkan kartu untuk ditukarkan uang tunai sebesar Rp 10. 000, dengan demikian biaya naik KRL Rp 6.000 pulang bergi. Di luar stasiun mereka telah dijemput orang tuanya. Bagi siswa yang tidak dijemput di stasiun diajak naik angkot kembali ke sekolah.

                                 

Penulis : Margaretha Marini