Dalam rangka memperluas wawasan dan menanamkan nilai toleransi sejak dini, siswa kelas II SD Strada Santa Maria melaksanakan kegiatan studi lapangan ke Pura Kerta Jaya dan Wihara Nimmala pada tanggal 15 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang mengajak siswa mengenal keberagaman agama dan tempat ibadah secara langsung.


Anak-anak kelas II berangkat dari SD Strada Santa Maria pada pukul 08.00 WIB. Tujuan pertama adalah Pura Kerta Jaya. Setibanya di lokasi, para siswa disambut dengan hangat oleh Ibu Ita dan Ibu Pur yang memberikan penjelasan mengenai Pura sebagai tempat ibadah umat Hindu. Melalui kunjungan ini, siswa memperoleh pengetahuan baru tentang fungsi tempat ibadah serta pentingnya menjaga sikap sopan dan menghormati umat yang sedang menjalankan ibadah.









Setelah kunjungan ke Pura Kerta Jaya, rombongan melanjutkan perjalanan ke Wihara Nimmala. Di sana, para siswa mendapatkan penjelasan dari Bapak Rusli dan Ibu Hema mengenai Wihara sebagai tempat ibadah umat Budha. Para siswa diajak untuk mengenal lebih dekat lingkungan Wihara dan memahami bahwa setiap agama memiliki tradisi serta cara beribadah yang berbeda, yang patut dihormati.






Sepanjang kegiatan, para siswa mengikuti kunjungan dengan antusias. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga belajar secara langsung tentang pentingnya sikap toleransi, saling menghargai, dan hidup berdampingan secara damai di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Kegiatan studi lapangan ini sejalan dengan visi dan misi Perkumpulan Strada, khususnya dalam membentuk pribadi yang cerdas, peduli, berkarakter, mandiri, serta memiliki semangat pelayanan. Melalui pengalaman belajar secara langsung, siswa diajak untuk mengembangkan wawasan, menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, dan membangun sikap menghargai perbedaan tanpa membeda-bedakan latar belakang agama.

Nilai-nilai tersebut juga mencerminkan semangat Strada dalam mendampingi peserta didik agar bertumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menerapkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, siswa kelas II semakin memahami arti keberagaman dan mampu menerapkan sikap toleransi, sopan santun, serta saling menghormati, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang bermakna bagi perkembangan pengetahuan dan karakter siswa.
Penulis berita
Penulis: Valentyas Febrian Olin, S.Pd.
Recent Comments