Tangerang, 16 September 2026 – Dilaksanakan kegiatan BING BANG dengan tema “Berkawan dengan Alam Bersama Eco Camp” di halaman SD Strada Santa Maria dan SD Strada Santo Fransiskus, serta selasar TK Strada Santa Maria 1. Kegiatan berlangsung pukul 07.00–10.00 WIB, diikuti oleh peserta didik TK A dan B Strada Santa Maria 1, Kelas 1 SD Strada Santa Maria, serta Kelas 1 dan 2 SD Strada Santo Fransiskus, bersama dengan orang tua murid. Kegiatan ini menjadi momen bagi anak-anak dan orang tua untuk belajar mengenal lingkungan melalui berbagai permainan edukatif yang menyenangkan. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya diajak bermain, tetapi juga belajar bahwa kepedulian terhadap alam dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, kegiatan diawali dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Ibu Yolanda. Setelah itu, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Strada yang dipimpin oleh Ibu Martha. Suasana semakin semarak dengan semangat anak-anak dan orang tua yang mengikuti rangkaian pembukaan bersama.

Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Angela Nining Yulianingsih, M.Pd., selaku Kabag Pendidikan PAUD-SD. Dalam sambutannya, peserta diajak untuk mengikuti kegiatan dengan penuh kegembiraan sekaligus mengambil pembelajaran dari setiap aktivitas yang dilakukan.

Setelah sambutan, peserta mendapatkan pengarahan dari tim Eco Camp mengenai rangkaian permainan dan aktivitas yang akan dilakukan. Anak-anak kemudian bersama orang tua menuju pos-pos kegiatan yang telah ditentukan.

Pada Pos 1, “Bijak Memilih Sampah”, anak-anak bersama orang tua diajak bermain dengan cara melempar gelang ke kartu-kartu yang menggambarkan berbagai pilihan aktivitas sehari-hari yang berkaitan dengan sampah. Setiap kartu memiliki nilai yang berbeda dan setiap tim berusaha mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya.

Melalui permainan ini, anak-anak dan orang tua diajak memahami bahwa setiap pilihan konsumsi dapat menghasilkan dampak yang berbeda terhadap jumlah sampah. Oleh karena itu, setiap orang dapat belajar memilih dan melakukan kebiasaan yang lebih bijak dalam kehidupan sehari-hari.

Di Pos 2, “Kreasi Sampah”, anak-anak diajak memancing berbagai kartu yang menggambarkan jenis-jenis sampah. Setelah mendapatkan kartu, orang tua membantu anak menuliskan ide kreasi yang dapat dibuat berdasarkan sampah yang berhasil dipancing.

Permainan ini mengajak anak-anak memahami bahwa barang bekas atau sampah tertentu masih dapat dimanfaatkan kembali. Selain itu, kegiatan ini melatih kreativitas anak dalam melihat potensi dan kegunaan lain dari barang-barang yang sudah tidak terpakai.

Pada Pos 3, anak-anak diajak untuk belajar memilah sampah berdasarkan kartu sampah yang mereka pilih. Anak kemudian menentukan tempat yang sesuai untuk jenis sampah tersebut.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada anak pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya. Dengan mengenal jenis-jenis sampah dan tempat pemilahannya, anak diharapkan mulai membangun kebiasaan untuk membuang dan memilah sampah dengan benar dalam kehidupan sehari-hari.

Pada Pos 4, “Manfaat Tanaman”, anak-anak bersama orang tua diajak mencocokkan dan menempelkan gambar tanaman sesuai dengan manfaatnya. Melalui aktivitas sederhana ini, anak-anak mengenal bahwa tanaman memiliki berbagai manfaat bagi kehidupan manusia dan lingkungan.

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran anak dan orang tua akan pentingnya tanaman serta mendorong kepedulian untuk merawat dan menjaga tanaman di lingkungan sekitar. Anak-anak belajar bahwa tanaman bukan hanya sebagai penghias lingkungan, tetapi juga memiliki banyak manfaat bagi kehidupan.

Setelah menyelesaikan rangkaian permainan di setiap pos, kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas menanam bambu air menggunakan botol bekas. Anak-anak bersama orang tua memanfaatkan botol bekas sebagai wadah untuk menanam sehingga barang yang sebelumnya tidak terpakai dapat memiliki fungsi baru.

Kegiatan menanam bambu air ini diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak dalam menanam, merawat, dan menghargai tanaman. Selain itu, pemanfaatan botol bekas sebagai media tanam juga memperkuat pesan bahwa barang bekas dapat digunakan kembali sehingga dapat mengurangi sampah.

Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar bahwa menjaga alam tidak harus dimulai dari hal yang besar. Memilih dengan bijak, mengurangi sampah, menggunakan kembali barang bekas, memilah sampah, serta merawat tanaman merupakan langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan bersama setiap hari.

Maka, mari terus berkawan dengan alam!

Mulai dari langkah-langkah sederhana, bersama-sama menjaga dan merawat bumi untuk masa depan.

Penulis : Cyrillia Dwi Astuti