Masa pandemi covid 19 telah berlangsung lama dan sampai kapan, kita tidak tahu. Pada akhir tahun pelajaran 2020/2021 kita sudah merasa lega dengan penurunan kasus covid 19. Sekolah sudah mulai bersiap-siap akan menyelenggarakan PTMT (Pembelajaran Tatap Muka Terbatas). Sarana prasarana, tenaga pendidik, dan buku pelajaran sudah dipersiapkan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa dampak libur lebaran menimbulkan lonjakan peningkatan kasus covid 19 yang cukup tinggi.         Tanggal 12 Juli 2021 merupakan hari pertama masuk sekolah. Namun karena lonjakan kasus covid 19 sangat tinggi dengan varian barunya yang lebih mengkhawatirkan, maka PTMT tidak jadi dilaksanakan, maka pelaksanaan pembelajaran pada tahun pelajaran 2021/2022 tetap dilaksanakan secara daring atau PJJ (pembelajaran jarak jauh).

Dalam pembelajaran jarak jauh, buku mutlak dibutuhkan untuk menunjang kegiatan pembelajaran agar anak dapat belajar dengan lebih efektif dan efisien. Karena adanya PPKM darurat, sekolah mengalami kendala dalam pelayanan buku pelajaran.

   

Sekolah mengalami kesulitan untuk mendistribusikan buku pelajaran kepada para murid, karena adanya PPKM sehinga sekolah mengurangi kegiatan yang melibatkan banyak orang termasuk mendatangkan orang tua murid.

Orang tua murid sudah mulai kebingungan dan mengeluh dengan materi dan tugas-tugas yang kami kirim melalui Google Classroom. Materi dan tugas itu kalau ditulis memakan waktu dan tenaga, apalagi untuk kelas 1 yang belum mampu membaca dan menulis. Kalau diprint ada yang tidak memiliki printer, ada yang ngeprint di kantor sementara guru baru sempat kirim sore hari. Kalau diprint di tempat fotocopy harus selalu keluar masuk rumah setiap hari.

Beberapa usulan yang disampaikan saat rapat khusus yang dilakukan pada waktu malam hari melalui zoom meeting antara lain:

  • Orang tua murid datang ke sekolah dengan dibuatkan jadwal hari dan jam.
  • Tidak bisa karena tidak boleh mendatangkan wali murid, bisa menciptakan kerumunan.
  • Buku dikirim dengan TIKI/JNE
  • Tidak disetujui karena selain mahal biayanya juga repot harus membawa ke tempat penitipan dan ditimbang.
  • Buku dikirim dengan Gojek.
  • Sama saja mendatangkan gojek-gojek ke sekolah menimbulkan kerumunan. Sementara gojek juga keluar masuk dari berbagai tempat, sehingga tidak bisa dipastikan kondisi kesehatannya.

    

Dalam rapat yang cukup lama, akhirnya diputuskan untuk pendistribusian buku dilakukan dengan cara dikirim ke alamat rumah anak masing-masing oleh pembantu sekolah dan satpam yaitu: Pak Lasno, Pak Ponidi, dan Pak Andreas. Mengingat jumlah siswa SD Strada Santa Maria sangat banyak maka untuk kelancaran pendistrisian buku maka dalam praktiknya buku tidak hanya diantar bertiga, tetapi semua guru-karyawan yang piket pada hari itu ikut ambil bagian. Dari kepala sekolah, guru, pembantu sekolah, dan juga satpam.

   

Wali murid memesan buku dan mentrasfer uang buku dengan harga dari penerbit setelah didiskon dari sekolah ditambah ongkos kirim RP 10.000, ditransfer ke PERKUMPULAN STRADA SD SANTA MARIA dengan nomor rekening 0445-01-001284-56-8. Pengepakan buku dilakukan oleh guru dan karyawan yang sedang tugas piket di sekolah bersama panitia pelayanan buku yang diketuai oleh Bp B. Suharto. Setelah buku dipak dengan ditempeli nama anak, alamat, dan nomor telepon, lalu dikelompokkan per wilayah domisili untuk mempermudah pengiriman.

   

Setelah orang tua murid mengirim bukti transfer, maka buku pelajaran segera diantar ke alamat. Pengiriman membutuhkan waktu sekitar seminggu karena selain banyaknya anak juga letak rumah yang terpencar-pencar di sekitar kabupaten dan kota Tangerang. Belum lagi kalau ada yang rumahnya kosong ditinggal isolasi ke tempat lain atau HP tidak bisa dihubungi.

    

Puji Tuhan berkat kerja keras dan kerjasama dari semua guru karyawan, buku yang sudah dipesan dapat diantar ke rumah orang tua murid sesuai alamat.

 

Penulis: Margaretha Marini, S. Pd.