Pada hari Rabu, Kamis, dan Jumat tanggal 20 sampai 22 November 2019, siswa-siswi kelas IV SD Strada Santa Maria melakukan kegiatan studi lapangan ke Taman Makam Pahlawan Taruna, Kelenteng BoenTek Bio dan Masjid Jami Kali Pasir. Kegiatan studi lapangan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada siswa-siswi tentang tempat-tempat bersejarah yang ada di Kota Tangerang. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur dalam medan pertempuran dan menghargai agama lain dengan mengunjungi tempat ibadah agama lain.

Tempat pertama yang dikunjungi yaitu, Taman Makam Pahlawan Taruna yang terletak di JalanTMP Taruna No. 29, Sukaasih, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten.Kegiatan yang dilakukan di makam ini meliputi doa bersama, tabor bunga serta menggali informasi tentang Museum Juang Taruna. Di Taman makam ini, dikebumikan para perwira dan taruna yang gugur dalam peristiwa Lengkong, yang terjadi pada 25 Januari 1946. Ada 48 pahlawan yang dikebumikan di taman ini. Terdapat tempat puluhli mapahlawan yang menjadi korban Peristiwa Lengkong dan tiga lainnya pahlawan tidak dikenal. Salah satu pahlawan yang dikebumikan adalah Daan Mogot. Beliau lahir di Manado, 28 Desember 1928. Daan Mogot adalah seorang perwira yang menjadi pendiri dan direkturpertama Akademi Militer Tangerang. Nama Daan Mogot dijadikan sebagai nama jalan utama di Kota Tangerang, yang menghubungkan Jakarta dengan Tangerang. Pada kompleks taman makam, terdapat sebuah tugu dan dua relief. Tugu terdapat dibagian depan terdapat tulisannama-namataruna yang dimakamkan ,sementarapada relief menceritakan suasana Akademi Militer dan Peristiwa Lengkong. Selain taman makamini, terdapat juga Monumen Lengkong yang berada di Serpong untuk mengenang Peristiwa Lengkong.

Tempat kedua yang dikunjungi yaitu Kelenteng BoenTek Bio. Kelenteng Boen Tek Bio adalah kelenteng tertua di Tangerang, yang berdiri sekitar tahun 1684. Kelenteng ini terletak di Jalan Bhakti No. 14 Kota Tangerang. Yang menarik dari kelenteng ini adalah, berbagaia ksesori yang berupa tempat sembahyang, papan, serta yang lainnya berasal dari China. Di kelenteng ini siswa-siswi mendengarkan penjelasan dari pemuka kelentang serta mengelilingi kelenteng yang terdapat beberapa fungsi.

Tempat ketiga yang dikunjungi yaitu, Masjid Jami Kali Pasir. Masjid Jami Kali Pasir adalah masjid tertua di Kota Tangerang, yang terletak di Pasar Lama, Tangerang. Masjid ini didirikan sekitar tahun 1700-an, oleh Tumenggung Pamit Wijaya dari Kahuripan Bogor. Masjid ini memiliki bangunan bercorak China, yang mencerminkan kerukunan umat beragama. Masjid ini sudah berusia ratusan tahun. Menurut Bapak Ahmad Sahroji yang menjadi pengurus masjid, salah satupilar masjid adalah pemberian dari Sunan kalijaga dan baluwarti/ kubah merupakan pemberian dari Sultan Ageng Tirtayasa. Pilar pemberian Sunan Kalijaga didirikan dengan kekuatan supranatural dari kuasa Allah, ungkap Bapak Ahmad. Dibagian belakang masjid juga terdapat makam, yang digunakan untuk memakamkan para pendahulu dan pendiri masjid padawaktuitu.


Kegiatan studi lapangan ini sangat bermanfaat bagi siswa-siswi, supaya mereka mengenal sejarah di Kota Tangerang. Siswa-siswi juga sangat senang dan antusias. Kegiatan ini diharapkan dapat dilakukan setiap tahun. Semoga dengan kegiatan ini, dapat memberikan banyak manfaat bagisiswa. Terimakasih.
Penulis : Yoseph Doni, Martha dan Kittin.
Recent Comments