Bulan  September adalah  Bulan Kitab Suci Nasional. Tema Bulan Kitab Suci Nasional 2019 khususnya untuk Keuskupan Agung Jakarta adalah : “Belajar Berhikmat dari tokoh Kitab Suci.”

SD Strada Santa Maria adalah lembaga yang begerak dalam bidang pendidikan khususnya pendidikan dasar  merupakan ujung tombak pembentukan karakter bagi  setiap peserta  didik.  Oleh  sebab  itu  SD Strada Santa Maria  merasa  bertanggung  jawab  untuk merealisasikan pelaksanaan  penjabaran  tema  BKSN   Keuskupan  Agung Jakarta. “Belajar Berhikmat Dari Tokoh Kitab Suci.” Dalam  kata pengantar renungan BKSN dari KAJ yang disampaikan oleh ketua komisi kateketik KAJ, Tema ini merupakan penjabaran dari sila Pancasila, yakni Sila Keempat, „Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat/Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan‟ yang menjadi pusat refleksi dan gerakan umat di Keuskupan Agung Jakarta pada tahun 2019 ini. Dengan mengangkat tema “Belajar Berhikmat Dari Tokoh Kitab Suci,” umat Katolik di Keuskupan Agung Jakarta diajak untuk memahami, mendalami dan menghayati sabda Allah sesuai dengan teladan tokoh-tokoh besar dan inspiratif dari Kitab Suci khususnya Raja Salomo, Rasul Petrus, Nabi Yoel dan Bileam. Pada bulan September sudah menjadi budaya bagi SD  Strada  Santa Maria untuk membiasakan bagi para siswa untuk membaca kitab suci. Kegiatan BKSN diawali dengan mengadakan ibadat pembukaan Bulan Kitab Suci Nasional.  Ibadat diawali dengan arak-arakan Kitab Suci yang dipimpin oleh Ibu Ceacilia Suratun selaku guru agama di SD Strada Santa Maria.

Peserta arak-arakan adalah perwakilan dari kelas satu sampai kelas enam.Setiap kelas mewakilkan satu orang siswa laki-laki dan satu orang  siwa perempuan. Satu orang siswa membawa kitab suci dan satu orang siswa membawa lilin. Kegiatan ini dilakukan untuk mengajak anak-anak untuk menghormati kitab suci.

 

Setelah arak-arakan Kitab suci dilanjutkan ibadat sabda yang dipimpin langung oleh Ibu Ceacilia Suratun. Dalam renungannya Ibu Ceacilia menyampaikan pesan untuk menjadi orang berhikmat, yang dapat kita lakukan adalah rajin membaca kitab suci,merenungkannya kemudian dihayati dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang berhikmatselalu rendah hati bahwa keberhasilan yang diperoleh bukan karena saja kemampuan sendiri tetapi berkat campur tangan Tuhan. Orang yang berhikmat akan menjadi bijaksana. Orang berhikmat tidak sama dengan orang pinter. Orang pandai/pinter tidak selalu memiliki hikmat atau kebijaksanaan. Dalam mengakhiri renungannya Ibu Ceacilia mengajak kepada kita semua untuk bersikap rendah hati dan tidak lupa rajin membaca kitab suci sebagai bentuk pertobatan kita.

 

Selama bulan September siswa SD Strada Santa Maria sebelum memulai pelajaran akan diajak untuk membaca dan mendengarkan bacaan kitab suci serta merenungkan bacaan tersebut, agar para siswa terbiasa untuk membaca kitab suci dan mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan membaca kitab suci sudah seharusnya dibiasakan sedari kecil, agar peserta didik sedari kecil mampu mereflesi diri dengan dilandasi pertobatan dalam setiap tindakan. Tujuannya dari semua kegiatan ini adalah agar para  siswa belajar terus-menerus untuk menjadi pribadi yang berhikmat. Dengan harapan akan lahir, Salomo-Salomo baru, Petrus-Petrus yang baru, Yoel-Yoel yang baru dan Bileam-Bileam yang baru, sebab semakin banyak orang-orang yang berhikmat, maka akan semakin banyak tindakan atau aktivitas yang berhikmat. Aktivitas atau tindakan yang berhikmat tidak saja bermanfaat untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain di sekitar kita bahkan bisa berdampak global hal tersebut disampaikan  oleh Romo V. Rudi Hartono, PR dalam kata pengantar renungan BKSN tahun 2019.

 

 

Penulis: E. Supartiningsih