Misi pertama Perkumpulan Strada adalah Menyelenggarakan pendidikan yang unggul bagi kaum muda agar berkembang menjadi pribadi yang cerdas, peduli dan berkarakter. Demi terwujudnya misi tersebut berbagai upaya dilakukan salah satunya adalah kegiatan rekoleksi. Kegiatan ini dilakukan untuk mengembangkan sikap spiritualitas peserta didik agar mampu mengembangkan dirinya menjadi pribadi yang penuh syukur dan mengandalkan Tuhan dalam hidupnya.
Kegiatan rekoleksi ini merupakan program perkumpulan Strada bekerjasama dengan Civita Youth Camp. Inilah cerita mereka dari kegiatan rekoleksi yang diadakan pada hari Kamis, 9 September 2021.

Saya Andreas Benhard Sianipar akan bercerita tentang kegiatan rekoleksi yang kami ikuti. Pada hari Kamis, 09 September 2021, murid kelas 6 SD Strada Santa Maria Tangerang mengikuti rekoleksi yang diselenggarakan oleh sekolah bekerjasama dengan Civita Youth Camp, dengan didampingi oleh Bapak dan Ibu Guru. Rekoleksi diadakan secara daring dari rumah masing-masing. Tetapi tidak mengurangi semangat dan makna dari apa yang disampaikan.

Di sesi pertama kami belajar mengenal lebih dalam siapa diri kita sendiri dan lebih mengenal teman-teman kita. Belajar menerima kelebihan dan kekurangan teman untuk saling membangun dan lebih mengasihi. Kita memiliki kelebihan yang harus diasah atau ditingkatkan dan kelemahan-kelemahan yang harus diperbaiki. Kita adalah satu (bukan aku atau kamu), maka kita harus saling memperhatikan, peduli, mendukung, dan mau berbagi.
Di sesi kedua kami belajar untuk menemukan potensi diri, bakat/kemampuan dan sifat-sifat baik dari diri kita. Karena setiap kita pasti memiliki potensi/bakat yang bisa kita kembangkan agar berguna untuk sesama. Setelah mengetahui potensi, kita pasti mempunyai impian dan harapan yang kita tuju.

Impian dan harapan yang kita tuju hendaknya tidak mementingkan diri sendiri, dan untuk mencapainya diperlukan kegigihan dan mental yang kuat untuk memperjuangkannya, agar setiap impian dapat tercapai. Itulah cara kita mensyukuri setiap bakat dan kemampuan yang kita miliki.
Inspirasi yang saya dapatkan :
Dengan mengenal diri sendiri dan juga sesama secara lebih dalam, kita dapat lebih mengasihi sesama kita, saling mendukung dalam mengembangkan bakat dan potensi diri agar berguna untuk sesama dan untuk kemuliaan Tuhan.
Niat pribadi saya ke depan adalah mau lebih mengenal diri dan teman lebih dalam lagi, lebih peduli dan mau berbagi, lebih giat dan gigih mengembangkan bakat dan kemampuan untuk mencapai cita-cita, kemudian lebih bersyukur karena memiliki bakat dan kemampuan yang Tuhan beri untuk dipergunakan bagi sesama dan kemuliaan nama Tuhan.
Akhirnya saya mengucapkan terima kasih karena telah diberi kesempatan untuk sharing pengalaman dari apa yang saya dapatkan melalui rekoleksi sekolah, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Penulis : Andreas Benhard Sianipar ( kelas 6C )
Saya Elasya Jorianne Arimatea kelas 6A. Saya akan sharing tentang kegiatan rekolasi yang kami ikuti pada hari Kamis, 9 September 2021. Hal menarik yang saya dapat dari sesi pertama adalah tentang mengenal lebih dalam orang yang kita kenal. Pada kegiatan hari ini temanya adalah aku, kamu, dan kita. Kami juga bersama sama mendengarkan cerita dari Romo Suharyadi, SJ. Dengan mengenal lebih dalam orang yang kita kenal, kita bisa tau apa hobi mereka, makanan kesukaan, dan kesenangan apa yang mereka suka. Sebelum istirahat kak Anjar memberi tugas tentang ” tuliskan siapa saja kawan kamu yang bisa bergabung dengan hobymu” pesan moral yang saya dapat dari sesi ke 1 adalah kita bisa mengenal lebih dalam mengenal orang lain.

Lalu pada sesi 2 saya mempelajari cerita yang saya dengarkan yaitu cerita Hercules, dari cerita Hercules itu saya mendapatkan inspirasi bahwa kita menjadi pahlawan itu tidak instan, jika kita ingin menjadi pahlawan kita haru bekerja keras, seperti latihan, belajar, dll. Cerita Hercules sangat bagus sekali untuk ditonton karena sangat menginspirasi. Lalu pada sesi kedua kami juga menyebutkan bakat dan potensi yang diberikan Tuhan kepada kita. Pesan yang saya dapat dari sesi kesatu dan kedua adalah kita harus mengenal diri sendiri dan orang lain dengan saling mengasihi yang di wujudkan dalam perbuatan nyata. Demikian pengalaman yang dapat saya sharinkan. Terimakasih.

Penulis : Elasya Jorianne Arimatea ( kelas 6A )
Perkenalkan nama saya Valerie, pada hari Kamis, 9 September 2021 saya mengikuti kegiatan rekoleksi bersama teman-teman sekolah, bapak/ibu guru, suster, dan alumni strada. Tidak disangka-sangka rekoleksi ini lebih seru dari pada yang saya bayang kan. Saya sangat menikmati rekoleksi tersebut. Saya juga bersenang-senang.

Rekoleksi sesi pertama wawasan saya jadi lebih terbuka tentang teman-teman di sekitar saya. Saya juga dapat mengetahui kemampuan-kemampuan dan potensi-potensi yang dimilki teman-teman saya. Saya juga dapat mengetahui lebih banyak tentang bakat dan potensi yang saya punya. Di sesi kedua saya menonton film Hercules. Saya menjadi tau bahwa Hercules ini sangat kuat dia putra Zeus, beda dengan saya, saya adalah anak Tuhan Yesus. Hercules ini sangat berani, peduli sesama, ramah, pahlawan, tangguh. Dari menonton film Hercules ini saya terinspirasi untuk hidup menjadi lebih baik di bidang pelajaran, keluarga dan sesama. Saya sangat berterima kasih karena rekoleksi ini sangat bermanfaat bagi kehidupan saya

Penulis : Anastasia Valeri Anggraini ( kelas 6C )
Saya Shyeren Nacita Manik kelas 6B akan sharing tentang rekoleksi yang telah kami ikuti bersama. Pada hari Kamis, 9 September 2021 kami dapat mengikuti kegiatan rekoleksi yang diadakan oleh sekolah. Menurut saya rekoleksi ini sangat baik, karena mampu menjadi pencerahan bagi kehidupan kita semua. Terutama bagi kami yang masih anak-anak karena kami masih membutuhkan bimbingan dari Bapak/ Ibu guru, supaya kami selalu melakukan hal yang positif dan mengandalkan Tuhan. Rekoleksi ini menyegarkan hati kami, sehingga ke depannya kami menjadi anak yang berakhlak dan berkarakter yang baik

Sesi pertama temanya adalah “AKU, KAMU, DAN KITA” Hal yang menarik dari sesi pertama adalah kegiatan permainan menebak gerakan tubuh permainan ini ini sangat bagus karena dapat menjalin kerja sama, kebersamaan, mempererat pertemanan, dan mempererat persaudaraan. Kegiatan permainan membagi kelas yaitu room aku dan room kamu, dari permainan ini, kita dapat saling mengenal teman dengan cara menjalin komunikasi dengan baik dan mengungkapkan perasaan. Dari permainan kedua ada hal yang paling menarik yaitu ketika Bruder Fidelis membangun atau menumbuhkan sifat kita, yang tadinya pendiam menjadi bisa mengungkapkan perasaannya. Menurut saya sangat menarik. Sesi kedua yang menarik adalah permainan berfikir sebelum menjawab artinya kita dapat melihat hal positif yang ada diri kita.

Kesimpulan dari sesi pertama yaitu mengasihi sesama dimulai dengan mengenal sesama lebih mendalam dan perlu dibuktikan dengan tindakan. Aku, kamu, dan kita adalah konsep kasih antar kawan. Kesimpulan dari sesi kedua adalah mengenali diriku, mengenali kawanku, dan mengenali sesamaku adalah cara mengasihi sesama. Mengasihi sesama adalah salah satu cara untuk mengasihi Tuhan.
Inspirasi yang saya dapatkan dari rekoleksi ini adalah kita harus saling mengasihi, saling berbagi, saling mengenal, saling bekerjasama, dan saling membantu itu adalah cara kita mengasihi Tuhan.

Pesan moral yang saya dapatkan dari rekoleksi ini adalah saya dapat mencontoh Hercules yaitu kekuatan menjadi pahlawan, diukur dari hatinya. Rekoleksi ini membekali diri saya supaya menjadi orang yang lebih baik, tidak boleh merasa tinggi dari orang lain karena semua manusia sama seperti Hercules walapun dia keturunan dewa tetapi dia tetap menjadi pahlawan yang baik yaitu melindungi rakyat. Harapan saya semoga kegiatan seperti ini selalu diadakan karena dapat membantu mengembangkan sikap kita untuk menjadi lebih berkembang dan percaya diri. Aksi yang akan saya lakukan saya akan peduli sesama, membantu, dan mengasihi sesama.

Penulis : Saya Shyeren Nacita Manik ( kelas 6C )
Recent Comments