Hari Senin, 28 Oktober adalah Hari Sumpah Pemuda. Bangsa Indonesia sedang mengalami krisis persatuan sehingga kata-kata “NKRI harga mati” selalu didengungkan dan dapat didengarkan dimana saja kita berada serta kapan saja setiap ada kegiatan.

SD Strada Santa Maria juga memperingati Hari Sumpah Pemuda. Siswa-siswi SD Strada Santa Maria sangat majemuk. Mereka berasal dari berbagai suku bangsa, ada Suku Jawa, Suku Batak, Suku Manggarai, Suku Betawi, Suku Bali, Suku Nias dan Suku Menado. Untuk mengakomodir berbagai budaya suku yang mereka ingin tampilkan, maka sekolah mengadakan kegiatan Hari Sumpah Pemuda dengan memakai pakaian adat.

Kegiatan Hari Sumpah Pemuda kali ini dengan upacara bendera. Petugas upacara menggunakan pakaian putih-putih karena menurut mereka suatu kebanggaan bisa ikut bertugas menjadi paskibra. Jumlah anak yang bertugas paskibra ada 21 anak. Mereka dibagi 2 kelompok yaitu kelompok 9 dan kelompok 12. Kelompok 9 bertugas menaikkan bendera sementara kelompok 12 bertugas mengantarkan bendera kepada kelompok 9. Mereka bertugas dengan penuh semangat. Setelah pengibaran Bendera dilanjutkan pengucapan Sumpah Pemuda oleh siswa–siswi petugas paskibra.

Dengan penuh antusias Bapak Ibu Guru SD Strada Santa Maria serta karyawan memakai pakaian daerah. Anak-anak juga tidak ketinggalan menggunakan pakaian daerah. Mereka mengikuti upacara dengan tertib walaupun dengan pakaian daerah serta pakaian profesi yang tidak seperti biasanya.

Dengan semangat Sumpah Pemuda diharapkan siswa–siswi SD Strada Santa Maria meneladani nilai –nilai kepahlawanan yang diwariskan para pemuda yaitu rajin dan bersemangat dalam belajar untuk mengisi pembangunan seperti yang di amanatkan oleh Ibu Tri Suharini,S.Pd. sebagai Kepala Sekolah SD Strada Santa Maria. Dengan prestasi belajar yang meningkat dapat meningkatkan kemajuan sekolah SD Strada Santa Maria yang semakin unggul.
Penulis : Martha Marsini
Recent Comments